HOLEP · Operasi

Anestesi Umum atau Spinal untuk Operasi HoLEP? Ini Panduan Lengkapnya

Ditinjau oleh Dr Badrulhisham Bahadzor · Diperbarui 23 April 2026 · Waktu baca 4 mnt

Dua Pilihan Umum

Prosedur enukleasi prostat dengan laser holmium (HoLEP) umumnya dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum (bius total) atau anestesi spinal. Dokter anestesi dan dokter bedah akan mendiskusikan pilihan ini bersama Anda sebelum operasi dilakukan.

Pada anestesi umum, Anda akan tertidur pulas berkat kombinasi obat yang diberikan melalui infus dan gas hirup. Selama proses ini, sebuah selang pernapasan akan dipasang untuk menjaga jalan napas Anda.

Sementara itu, anestesi spinal bekerja dengan mematikan rasa di bagian bawah tubuh melalui suntikan kecil di punggung bawah. Artinya, Anda tetap sadar selama operasi berlangsung, tetapi sensasi dari dada ke bawah akan jauh berkurang.

Apa yang Dirasakan Saat Anestesi Umum

Jika memilih anestesi umum, Anda akan diminta menghirup oksigen melalui masker. Setelah itu, obat yang disuntikkan lewat infus akan membuat Anda tertidur hanya dalam waktu kurang dari satu menit. Tahu-tahu, Anda sudah terbangun di ruang pemulihan.

Sangat jarang ada pasien yang sadar atau mengingat apa yang terjadi selama operasi berlangsung.

Efek samping yang paling sering muncul setelahnya adalah sakit tenggorokan ringan akibat pemasangan selang pernapasan, serta rasa kantuk yang biasanya akan hilang dalam waktu sekitar satu jam.

Apa yang Dirasakan Saat Anestesi Spinal

Untuk anestesi spinal, dokter anestesi akan menyuntikkan obat bius lokal ke dalam cairan tulang belakang menggunakan jarum yang sangat tipis. Proses penyuntikan ini hanya memakan waktu sekitar satu menit dan dilakukan dalam posisi duduk atau berbaring menyamping.

Dalam hitungan menit, kaki Anda akan terasa berat dan hangat, lalu perlahan sensasi di tubuh bagian bawah akan menghilang. Anda tidak akan merasakan apa pun selama operasi, meskipun Anda mungkin masih bisa mendengar percakapan di ruang operasi.

Pengaruh bius spinal biasanya akan hilang dalam waktu dua hingga empat jam. Anda akan mendapatkan kembali kemampuan menggerakkan kaki secara bertahap dan bisa kembali berjalan setelah sensasi di tubuh bagian bawah pulih sepenuhnya.

Pentingnya Tekanan Darah Selama HoLEP

Tekanan darah selama operasi sangat memengaruhi tingkat perdarahan pada area yang dibedah. Sebuah studi tahun 2026 meneliti kondisi tekanan darah rendah selama operasi pada prosedur HoLEP dan dampaknya terhadap proses penghentian perdarahan[¹].

Tim medis akan berusaha menjaga tekanan darah Anda berada di rentang yang aman untuk mendukung fungsi organ, tanpa memicu perdarahan berlebih. Penyesuaian kecil pada tekanan darah adalah hal yang lumrah dilakukan sepanjang prosedur.

Hal ini menunjukkan mengapa pemantauan terus-menerus menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan anestesi.

Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Pilihan antara anestesi umum atau spinal sangat bergantung pada kondisi kesehatan Anda, perkiraan durasi operasi, serta preferensi pribadi. Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, asam lambung yang parah, atau sleep apnea, pertimbangan medis mungkin lebih condong pada anestesi spinal.

Pria yang merasa cemas jika harus tetap sadar selama operasi biasanya lebih memilih anestesi umum. Namun, bagi mereka yang ingin cepat sadar tanpa rasa pusing yang berkepanjangan, anestesi spinal sering kali menjadi pilihan.

Dokter anestesi akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing metode, tentunya dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan Anda secara spesifik.

Pemulihan Setelah Anestesi

Setelah menjalani anestesi umum, Anda akan ditempatkan sejenak di ruang pemulihan agar tim medis dapat memantau pernapasan dan rasa nyeri. Kebanyakan pria sudah bisa kembali ke ruang perawatan dalam waktu satu jam.

Sementara itu, jika menggunakan anestesi spinal, Anda akan berada di ruang pemulihan sampai efek biusnya berkurang ke tingkat yang aman. Fungsi kandung kemih akan kembali normal seiring dengan kembalinya sensasi pada tubuh bagian bawah.

Anda baru diperbolehkan makan dan minum setelah tim medis memastikan kondisi Anda stabil. Jika diperlukan, obat pereda nyeri juga akan diberikan.

Memahami Risikonya

Komplikasi serius akibat anestesi sebenarnya sangat jarang terjadi. Dokter anestesi akan mengevaluasi faktor risiko Anda dan merencanakan tindakan yang paling aman.

Efek samping ringan yang umum terjadi meliputi sakit tenggorokan setelah anestesi umum dan sakit kepala setelah anestesi spinal. Keduanya biasanya akan mereda dengan cepat.

Jangan ragu untuk memberi tahu tim medis jika Anda merasakan sesuatu yang tidak beres, baik selama maupun setelah operasi. Menangani masalah kecil sedini mungkin tentu jauh lebih mudah daripada menundanya.

Kesimpulan Singkat

Baik anestesi umum maupun spinal sama-sama bekerja dengan baik untuk prosedur HoLEP. Pilihan yang tepat akan ditentukan bersama Anda, dengan berpedoman pada kondisi kesehatan dan kenyamanan Anda.

Pada akhirnya, tujuan dari kedua teknik ini tetap sama—memastikan operasi berjalan lancar dan terkendali, serta proses bangun dari bius yang nyaman bagi pasien.

Referensi

  1. The Impact of Anesthesia-induced Intraoperative Hypotension on Hemostasis During Holmium Laser Enucleation of the Prostate. Urology, Jan 2026.

    PubMed