HOLEP · Operasi
Sebelum Operasi HoLEP: Persiapan dan Tes Medis yang Perlu Anda Ketahui
The pre-op clinic
Kunjungan pra-operasi (pre-op) biasanya dilakukan satu hingga tiga minggu sebelum jadwal operasi. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di klinik urologi, klinik anestesi, atau bahkan melalui telepon di beberapa rumah sakit.
Kunjungan ini punya tiga tujuan utama: memeriksa kondisi kesehatan Anda secara umum, mematangkan rencana operasi, dan memastikan obat apa saja yang harus dihentikan atau dilanjutkan pada hari H.
Pastikan Anda membawa semua botol obat dan suplemen yang sedang rutin dikonsumsi. Beberapa jenis obat bisa memengaruhi risiko perdarahan, pembekuan darah, atau tekanan darah selama operasi berlangsung.
Your history and exam
Dokter akan memastikan kembali gejala yang Anda rasakan, seberapa mengganggu keluhan tersebut, dan apakah ada perubahan sejak kunjungan terakhir. Riwayat operasi sebelumnya, alergi, serta kondisi jantung atau paru-paru juga akan ditanyakan kembali.
Pemeriksaan fisik pada area perut akan dilakukan secara singkat. Pemeriksaan colok dubur (digital rectal exam) juga biasanya menjadi bagian dari evaluasi pra-operasi jika belum dilakukan baru-baru ini.
Selain itu, berat badan, tekanan darah, dan kadar oksigen Anda akan diukur sebagai data dasar.
Urine and blood tests
Tes urine (urinalisis), kultur urine jika ada kecurigaan infeksi, dan tes PSA terbaru adalah pemeriksaan yang umum dilakukan. Jika ditemukan infeksi, kondisi ini akan diobati terlebih dahulu sebelum operasi.
Tes darah biasanya mencakup pemeriksaan darah lengkap, fungsi ginjal (ureum dan elektrolit), serta tes pembekuan darah jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah. Tes tambahan lainnya akan disesuaikan dengan riwayat kesehatan Anda.
Rekam jantung (ECG) terbaru juga akan diminta bagi pria yang memiliki riwayat penyakit jantung atau sudah melewati batas usia tertentu.
Imaging and a uroflow
USG kandung kemih dan kelenjar prostat terbaru sangat membantu dokter bedah dalam merencanakan operasi. Pemeriksaan ini juga mencatat ukuran prostat yang akan menjadi panduan dalam menentukan pendekatan bedah.
Tes pancaran urine (uroflow) memberikan data angka yang lebih pasti terkait keluhan Anda. Urolog Anda mungkin akan mengulang tes ini jika sampel urine yang tertampung terlalu sedikit atau tidak mewakili pola buang air kecil Anda yang biasanya.
Pemindaian sisa urine setelah berkemih—yang mengukur sisa urine di kandung kemih setelah Anda buang air kecil—terkadang memengaruhi rencana penggunaan kateter nantinya. Pedoman urologi internasional merekomendasikan uroflowmetri, pencitraan prostat, dan pengukuran sisa urine dalam evaluasi sebelum operasi[¹].
Cystoscopy when needed
Sistoskopi fleksibel bukanlah prosedur rutin untuk setiap pasien. Pemeriksaan ini biasanya baru diminta jika dokter mencurigai adanya batu kandung kemih, pembesaran lobus tengah prostat (median lobe), atau penyempitan uretra.
Tes ini hanya memakan waktu beberapa menit di klinik. Gel anestesi lokal akan digunakan untuk membuat uretra mati rasa, sehingga kamera bisa masuk dan memberikan gambaran yang jelas.
Jika hasil pemeriksaan ini mengubah rencana awal, dokter bedah Anda akan mendiskusikan dampaknya sebelum operasi dilakukan.
Anaesthesia review
Dokter anestesi akan mengevaluasi kesiapan fisik Anda untuk menerima anestesi umum atau spinal. Kondisi jalan napas, riwayat infeksi saluran pernapasan baru-baru ini, dan masalah asam lambung (refluks) akan menjadi bahan pertimbangan.
Rencana pembiusan akan disesuaikan dengan riwayat kesehatan Anda. Beberapa pria lebih memilih anestesi spinal (bius separuh badan), sementara yang lain lebih suka tertidur pulas selama operasi.
Dokter anestesi juga akan memeriksa apakah ada obat penenang atau obat pereda nyeri yang biasa Anda minum di rumah yang perlu disesuaikan dosisnya beberapa hari sebelum operasi.
Medicines and supplements
Obat pengencer darah, obat diabetes, dan beberapa jenis obat jantung memerlukan rencana khusus. Tanggal kapan harus berhenti dan mulai minum obat lagi akan dicatat secara tertulis.
Beberapa suplemen—seperti minyak bawang putih, ginkgo biloba, atau minyak ikan dosis tinggi—juga bisa mengencerkan darah. Tim medis akan menanyakan hal ini secara langsung kepada Anda.
Ingat, jangan pernah menghentikan obat resep sendiri tanpa anjuran dari tim medis.
Fasting and arrival
Instruksi puasa akan diberikan oleh dokter anestesi, biasanya enam jam untuk makanan padat dan dua jam untuk cairan bening. Minum air putih hingga dua jam sebelum operasi masih diperbolehkan dalam banyak kasus.
Datanglah ke rumah sakit dengan membawa semua dokumen, obat-obatan, dan kenakan pakaian yang longgar serta nyaman. Membawa pendamping untuk membantu Anda pulang setelah diperbolehkan pulang (discharge) adalah prosedur standar.
Pada hari H, tim medis akan memastikan kembali semua persiapan dan menandai area prosedur yang direncanakan.
Plain bottom line
Intinya, evaluasi pra-operasi bertujuan untuk menyesuaikan rencana tindakan dengan kondisi spesifik Anda. Bawalah obat-obatan Anda, jawab pertanyaan dokter dengan jujur, dan simpan baik-baik catatan jadwal kapan harus menghentikan atau melanjutkan obat.
Persiapan pra-operasi yang tenang akan membuat hari operasi Anda berjalan jauh lebih lancar dan nyaman.