HOLEP · Mengapa HoLEP

Operasi Kelenjar Prostat HoLEP: Fakta Pendarahan, Lama Pakai Kateter, dan Rawat Inap

Ditinjau oleh Dr Badrulhisham Bahadzor · Diperbarui 23 April 2026 · Waktu baca 5 mnt

Kenapa angka-angka ini penting

Jumlah darah yang keluar, lama pemakaian kateter, dan durasi rawat inap biasanya menjadi perhatian utama pasien. Ketiga hal ini sangat menentukan seberapa cepat Anda bisa pulang dan kembali beraktivitas normal.

Angka-angka ini juga berkaitan erat dengan risiko perlunya transfusi darah—sesuatu yang pastinya ingin dihindari oleh siapa pun jika memungkinkan.

Mengetahui perkiraan angka-angka ini bisa membantu Anda menyiapkan ekspektasi yang lebih realistis terkait proses pemulihan nanti.

Volume darah yang keluar selama prosedur HoLEP

Saat memotong jaringan, laser holmium sekaligus menutup pembuluh darah kecil. Inilah alasan mengapa volume darah yang keluar selama prosedur enukleasi prostat dengan laser holmium (HoLEP) cenderung sedikit.

Sebuah meta-analisis tahun 2025 yang membandingkan HoLEP dengan operasi pengangkatan kelenjar prostat robotik untuk ukuran 80 mililiter atau lebih, menemukan bahwa prosedur HoLEP menghasilkan sekitar 105 mililiter lebih sedikit pendarahan. Temuan ini juga mencatat adanya penurunan risiko transfusi darah hingga 32 persen[¹].

Dalam praktiknya, dokter bedah akan terus mengalirkan cairan saline melalui alat endoskopi selama prosedur berlangsung. Pendarahan kecil akan langsung terbilas, sehingga area operasi tetap terlihat jelas.

Kondisi yang membuat pendarahan lebih banyak dari biasanya

Ada beberapa situasi yang bisa meningkatkan risiko pendarahan. Prostat yang diketahui memiliki sel kanker umumnya memiliki lebih banyak pembuluh darah. Selain itu, pasien pria yang rutin mengonsumsi obat pengencer darah juga membutuhkan perhatian ekstra.

Sebelum operasi, tim medis akan memeriksa daftar lengkap obat yang Anda konsumsi. Mereka mungkin akan meminta Anda menghentikan sementara beberapa jenis obat jika kondisi klinis memungkinkan.

Setelah operasi, urine yang sedikit berwarna merah muda adalah hal yang wajar selama beberapa minggu pertama. Namun, jika Anda melihat adanya gumpalan darah, urine berwarna merah pekat, atau mengalami kesulitan buang air kecil, segera hubungi dokter pada hari yang sama.

Lama pemakaian kateter

Sebuah kateter akan dipasang pada akhir setiap prosedur HoLEP. Proses pembilasan kandung kemih selama beberapa jam pertama bertujuan untuk menjaga urine tetap jernih.

Biasanya, kateter sudah bisa dilepas dalam waktu satu hingga dua hari. Beberapa rumah sakit bahkan melepasnya pada pagi hari setelah operasi, dan pada kasus-kasus tertentu, bisa dilepas pada hari yang sama.

Waktu pemakaian kateter yang singkat tentu lebih nyaman bagi pasien, menurunkan risiko infeksi saluran kemih, dan mempercepat Anda kembali ke rutinitas normal.

Durasi rawat inap di rumah sakit

Sebuah studi perbandingan di satu rumah sakit pada tahun 2025 antara HoLEP dan operasi prostat robotik melaporkan bahwa delapan persen pasien HoLEP bisa langsung pulang pada hari yang sama, sementara banyak pasien lainnya pulang keesokan harinya[²]. Angka ini tentu bisa berbeda-beda tergantung pada rumah sakit dan prosedur yang diterapkan.

Saat ini, banyak fasilitas kesehatan yang menjalankan sistem rawat jalan terstruktur untuk prosedur HoLEP. Pasien yang memenuhi kriteria akan dievaluasi, kondisi kateternya diperiksa, dan diperbolehkan pulang pada hari kerja yang sama.

Rawat inap yang singkat tidak hanya mengurangi risiko paparan bakteri rumah sakit, tetapi juga memungkinkan Anda untuk beristirahat lebih nyaman di kasur sendiri.

Faktor penentu kondisi Anda

Volume pendarahan, lama pemakaian kateter, dan durasi rawat inap Anda akan sangat bergantung pada tiga hal. Pertama adalah ukuran prostat. Kedua dan ketiga adalah kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan (seperti pembekuan darah, tekanan darah, dan obat-obatan yang dikonsumsi) serta tingkat pelatihan dokter bedah yang menangani.

Jangan ragu untuk bertanya kepada tim medis mengenai perkiraan angka-angka tersebut untuk ukuran prostat seperti yang Anda miliki. Tanyakan juga apakah ada opsi untuk langsung pulang pada hari yang sama.

Mendapatkan jawaban tertulis akan sangat membantu Anda membandingkan layanan antar klinik secara lebih objektif.

Apa yang akan dialami saat masa pemulihan di rumah

Minggu pertama pemulihan di rumah biasanya berjalan cukup stabil. Rasa perih ringan, sedikit bercak merah muda saat mengelap, atau sesekali muncul dorongan mendesak untuk ke toilet adalah gejala yang masih dalam batas wajar.

Kapan Anda bisa kembali bekerja sangat bergantung pada jenis pekerjaan Anda. Untuk pekerjaan kantoran yang lebih banyak duduk, biasanya butuh waktu kurang dari seminggu. Namun, untuk aktivitas mengangkat beban berat, sebaiknya tunggu hingga dua minggu.

Kunjungan kontrol ke dokter nantinya akan membandingkan gejala yang Anda rasakan sebelum dan sesudah operasi. Catatan perkembangan yang Anda pantau sendiri di rumah sering kali memberikan gambaran yang lebih jelas dibandingkan hanya mengandalkan satu kali kunjungan ke klinik.

Garis besarnya

Pada dasarnya, HoLEP dirancang sebagai prosedur dengan risiko pendarahan yang minim, durasi pemakaian kateter yang sebentar, dan masa rawat inap yang singkat. Berbagai bukti medis pun telah mendukung hal ini.

Meski begitu, angka pastinya akan kembali lagi pada kondisi prostat, kesehatan pasien, dan dokter bedah yang menangani. Data spesifik dari masing-masing rumah sakit biasanya bisa Anda dapatkan dari tim urolog sebelum memutuskan untuk menjalani operasi.

Referensi

  1. Comparative outcomes of holmium laser enucleation of the prostate (HoLEP) versus robotic-assisted simple prostatectomy (RASP) for benign prostatic hyperplasia: a systematic review and meta-analysis. Journal of Robotic Surgery, Agu 2025.

    PubMed

  2. Holmium Laser Enucleation of the Prostate vs Multi-Port Robotic-Assisted Simple Prostatectomy vs Single-Port Robotic-Assisted Simple Prostatectomy: A Single-Center Experience. Journal of Endourology, Des 2025.

    PubMed