BPH
9 Pertanyaan Seputar Pembesaran Prostat Jinak (BPH) yang Wajib Pria Tahu
Apakah BPH sama dengan kanker?
Jawabannya adalah tidak. Pembesaran prostat jinak (BPH) merupakan pertumbuhan kelenjar prostat yang tidak bersifat kanker.
Memang, pria yang mengalami BPH juga bisa terkena kanker prostat di saat yang bersamaan—keduanya bisa terjadi berbarengan—tetapi kondisi yang satu tidak menyebabkan yang lainnya. Artinya, didiagnosis dengan BPH bukan berarti Anda otomatis akan terkena kanker di kemudian hari.
Apakah saya harus langsung dioperasi?
Tidak selalu. Banyak pria yang kondisinya membaik hanya dengan mengubah gaya hidup atau mengonsumsi obat-obatan.
Tindakan operasi biasanya baru dipertimbangkan jika gejala yang dirasakan tetap mengganggu aktivitas sehari-hari, atau ketika mulai muncul komplikasi. Dokter Anda umumnya akan mengarahkan Anda untuk mencoba langkah-langkah pengobatan yang lebih minim risiko terlebih dahulu. Kalaupun pada akhirnya operasi menjadi pilihan, ada berbagai macam teknik bedah yang bisa disesuaikan dengan kondisi Anda.
Apakah pengobatan ini akan memengaruhi kehidupan seksual?
Bisa saja. Beberapa jenis obat memang diketahui dapat menurunkan gairah seksual atau memengaruhi proses ejakulasi.
Tindakan operasi juga sering kali menyebabkan ejakulasi retrograde, yaitu kondisi di mana air mani justru berbalik masuk ke dalam kandung kemih dan tidak keluar seperti biasanya. Meski begitu, sensasi saat orgasme umumnya tidak berubah. Terkait fungsi ereksi, banyak pria justru merasa kondisinya tetap sama atau bahkan membaik seiring dengan berkurangnya gejala BPH yang selama ini mengganggu.
Apakah kadar PSA yang tinggi selalu berarti buruk?
Belum tentu. Kadar PSA bisa meningkat karena berbagai alasan, mulai dari BPH, peradangan prostat (prostatitis), aktivitas saluran kemih yang baru saja terjadi, hingga kanker.
Satu angka hasil tes tidak bisa langsung dijadikan diagnosis pasti. Dokter akan membaca hasil tersebut dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Selain itu, kadar yang terus-menerus naik tentu memiliki makna yang berbeda dibandingkan dengan lonjakan angka yang hanya terjadi sesekali.
Apakah suplemen benar-benar ampuh?
Sebagian pria merasa gejalanya lebih ringan setelah mengonsumsi saw palmetto atau produk herbal sejenis. Namun, berbagai penelitian masih menunjukkan hasil yang beragam, dan kualitas suplemen sangat bergantung pada mereknya.
Perlu diingat bahwa produk herbal bisa memicu interaksi jika dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan medis. Selalu beri tahu dokter sebelum Anda mulai mengonsumsi suplemen apa pun. Langkah yang cukup aman adalah mencoba suplemen tersebut selama dua bulan, sambil memantau skor kuesioner IPSS Anda sebelum dan sesudah pemakaian.
Bisakah BPH kambuh lagi setelah diobati?
Gejala bisa saja kembali muncul setelah beberapa tahun, bahkan setelah Anda menjalani operasi. Prostat masih memiliki kemungkinan untuk tumbuh kembali. Selain itu, perubahan fungsi pada kandung kemih juga bisa bertambah seiring berjalannya waktu.
Rencana pemeriksaan rutin yang baik dapat mendeteksi masalah ini lebih awal. Sering kali, pengobatan lanjutan yang diberikan justru lebih sederhana dibandingkan tindakan pertama. Sangat disarankan untuk memantau skor IPSS Anda setidaknya setahun sekali.
Apakah saya harus menghentikan obat-obatan lain yang sedang saya minum?
Umumnya tidak. Banyak obat yang tetap aman dikonsumsi bersamaan dengan pengobatan BPH.
Namun, ada beberapa jenis obat yang dapat memengaruhi fungsi kandung kemih—contohnya, obat flu (dekongestan) dan obat alergi (antihistamin) tertentu. Dokter atau apoteker dapat meninjau kembali daftar lengkap obat-obatan yang sedang Anda gunakan. Yang paling penting, jangan pernah menghentikan obat resep apa pun tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Bagaimana cara membedakan fakta dan mitos di internet?
Carilah informasi dari situs web yang dikelola oleh organisasi profesi medis atau rumah sakit terpercaya. Pastikan halaman tersebut mencantumkan tanggal peninjauan artikel dan ditulis oleh penulis dengan latar belakang medis yang jelas.
Jika sebuah klaim terdengar terlalu sempurna, Anda patut curiga. Sebagai contoh, kadar PSA yang tinggi saja tidak serta-merta menimbulkan gejala.
Sebuah studi mengenai chatbot kecerdasan buatan (AI) menemukan bahwa teknologi ini mampu menjawab pertanyaan seputar BPH dengan benar lebih dari sembilan dari sepuluh kali dalam evaluasi langsung, tetapi beberapa kesalahan kecil tetap bisa terjadi[¹]. Gunakan chatbot hanya sebagai alat bantu untuk menyusun daftar pertanyaan yang akan Anda ajukan kepada dokter, bukan untuk menggantikan peran mereka.