BPH

Panduan Masa Pemulihan Setelah Pengobatan Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Ditinjau oleh Dr Badrulhisham Bahadzor · Diperbarui 23 April 2026 · Waktu baca 5 mnt

Minggu pertama

Banyak pria yang diperbolehkan pulang dengan memakai kateter setelah prosedur selesai. Biasanya, alat ini hanya perlu dipakai selama beberapa hari. Selama masa ini, wajar jika Anda merasakan sedikit perih atau melihat urine berwarna kemerahan.

Pastikan Anda minum cukup air agar warna urine tetap jernih. Selain itu, berjalan kaki santai jauh lebih disarankan dibandingkan hanya berbaring di tempat tidur.

Hindari menyetir jarak jauh dan mengangkat beban berat selama dua minggu pertama. Tim medis Anda akan memberikan panduan batasan yang lebih rinci untuk masa pemulihan ini.

Perubahan pada aliran urine

Aliran urine biasanya akan terasa lebih deras dalam beberapa minggu pertama. Anda akan merasa kandung kemih lebih tuntas saat dikosongkan, dan dorongan untuk buru-buru ke toilet pun perlahan berkurang.

Ada kalanya Anda merasa kondisinya sedikit menurun pada hari-hari tertentu. Pasang surut ringan seperti ini adalah bagian alami dari proses pemulihan, bukan pertanda ada yang salah dengan pengobatan Anda.

Sangat disarankan untuk mencatat perkembangan Anda dalam kuesioner IPSS selama delapan minggu pertama. Catatan ini jauh lebih bisa diandalkan daripada sekadar mengandalkan ingatan.

Ejakulasi setelah pengobatan

Ejakulasi retrograde cukup umum terjadi setelah prosedur enukleasi dan TURP. Pada kondisi ini, air mani justru mengalir mundur masuk ke dalam kandung kemih, alih-alih keluar seperti biasa.

Kondisi ini tidak dianggap berbahaya secara fisik dan biasanya akan keluar bersamaan saat Anda buang air kecil berikutnya. Namun, bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, hal ini tentu menjadi pertimbangan penting dan sebaiknya didiskusikan dengan dokter bedah sejak awal.

Sensasi saat orgasme umumnya tidak mengalami perubahan. Membicarakan hal ini sebelum operasi akan membantu Anda agar tidak kaget saat mengalaminya nanti.

Inkontinensia dan kebocoran urine

Sebagian kecil pria mungkin mengalami inkontinensia atau kebocoran urine sementara saat perut mengalami tekanan pasca-operasi. Batuk, mengangkat barang, atau bahkan tertawa bisa memicu keluarnya urine tanpa disengaja.

Data berskala besar terkait operasi pembesaran prostat jinak (BPH) menunjukkan bahwa angka kejadian inkontinensia pasca-bedah berada di kisaran tujuh persen pada bulan pertama, dan menurun menjadi sekitar empat persen setelah delapan belas bulan[¹]. Tentu saja, angka ini bisa bervariasi tergantung pada teknik yang digunakan dan rumah sakit tempat Anda dirawat.

Memulai senam dasar panggul sedini mungkin dapat mempercepat proses pemulihan. Jika kebocoran masih berlanjut, urolog Anda dapat merujuk Anda ke fisioterapis untuk penanganan lebih lanjut.

Fungsi seksual

Gairah seksual atau libido biasanya tidak berubah setelah operasi BPH. Bagi banyak pria, fungsi ereksi justru tetap sama atau bahkan sedikit membaik setelah rasa sakit hilang dan kateter dilepas.

Masalah fungsi ereksi yang baru muncul memang bisa terjadi pada sebagian kecil pasien. Jika ini terjadi, konsumsi obat minum atau terapi singkat biasanya sudah cukup membantu.

Jangan ragu untuk memberi tahu dokter jika Anda merasakan adanya perubahan. Obrolan singkat selama lima menit sering kali bisa memberikan solusi yang tepat.

PSA dan pemeriksaan lanjutan

Kadar PSA akan menurun setelah operasi yang mengangkat atau menghancurkan jaringan prostat. Angka yang baru inilah yang akan menjadi patokan dasar untuk dipantau ke depannya, bukan lagi angka sebelum operasi.

Jadwal pemeriksaan lanjutan biasanya dilakukan pada minggu keenam, bulan ketiga, dan satu tahun pasca-operasi. Jangan lupa untuk membawa catatan kuesioner IPSS Anda saat kontrol.

Jika terjadi kenaikan kadar PSA setelah operasi, dokter akan melakukan evaluasi dengan cara yang sama seperti kenaikan PSA pada pasien yang tidak menjalani operasi.

Kapan harus menghubungi dokter

Segera hubungi tim medis jika Anda mengalami pendarahan hebat yang disertai gumpalan darah, demam, atau retensi urin (tidak bisa buang air kecil sama sekali). Kondisi-kondisi ini memerlukan pemeriksaan pada hari yang sama.

Rasa perih yang justru semakin memburuk, bukannya mereda, juga perlu segera diperiksa. Infeksi jauh lebih mudah ditangani jika dideteksi lebih awal.

Banyak keluhan tak terduga dalam delapan minggu pertama sebenarnya bersifat ringan. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk selalu bertanya dan berkonsultasi dengan dokter Anda demi ketenangan pikiran.

Referensi

  1. Utilization of Real-World Evidence in the Evaluation of Post-Surgical Incontinence in Men Undergoing Surgical Treatment for Benign Prostatic Hyperplasia. The Prostate, Mar 2026.

    PubMed