BPH
Pilihan Pengobatan Minimal Invasif untuk Atasi BPH dengan Pemulihan Cepat
Apa yang dimaksud dengan tindakan minimal invasif
Pengobatan minimal invasif untuk pembesaran prostat jinak (BPH) bisa dibilang berada di tengah-tengah antara konsumsi obat-obatan dan operasi besar. Banyak dari prosedur ini yang bisa dilakukan tanpa perlu rawat inap yang lama. Selain itu, fungsi seksual pasien sering kali lebih terjaga dibandingkan jika menjalani operasi tradisional.
Tujuan utama dari tindakan ini adalah untuk meredakan gejala, bukan menyembuhkan atau menghentikan pertumbuhan prostat sepenuhnya. Artinya, ada kemungkinan pasien membutuhkan prosedur ulang atau beralih ke pilihan pengobatan lain di kemudian hari.
Nantinya, dokter akan menyesuaikan teknik yang digunakan dengan ukuran dan bentuk kelenjar prostat, serta apa yang menjadi prioritas Anda dalam pengobatan.
Terapi uap air (Rezūm)
Terapi uap air bekerja dengan memberikan embusan uap panas secara singkat. Uap ini berfungsi mematikan jaringan prostat yang berlebih, yang kemudian akan diserap kembali oleh tubuh secara alami dalam beberapa minggu.
Masa pemulihan untuk prosedur ini tergolong cukup singkat. Meski begitu, pasien biasanya tetap memerlukan kateter selama beberapa hari.
Manfaat dari terapi ini akan semakin terasa setelah sekitar tiga bulan. Bagi banyak pria, fungsi seksual juga tetap terjaga dengan baik setelah menjalani terapi ini.
Prosedur angkat uretra prostatik (UroLift)
UroLift menggunakan implan berukuran sangat kecil untuk menarik jaringan prostat agar menjauh dari uretra. Pendekatan ini murni bersifat mekanis, bukan menggunakan energi panas.
Prosedur ini sangat cocok untuk ukuran prostat yang lebih kecil dan tanpa pembesaran lobus tengah yang signifikan. Keuntungannya, penggunaan kateter setelah tindakan sering kali bisa dihindari.
Efek samping yang berkaitan dengan fungsi seksual juga jarang terjadi. Meskipun mampu meredakan gejala secara nyata, tingkat perbaikannya cenderung tidak sebesar prosedur enukleasi.
Aquablation
Aquablation memanfaatkan pancaran air bertekanan tinggi untuk membuang jaringan prostat. Selama prosedur berlangsung, dokter bedah menggunakan panduan pencitraan untuk mengarahkan alat dengan presisi.
Teknik ini mampu menangani prostat yang berukuran lebih besar dengan baik. Setelah pengobatan, pasien biasanya memerlukan rawat inap singkat di rumah sakit.
Kemampuan menahan buang air kecil (mencegah inkontinensia) dan fungsi seksual sering kali tetap aman. Perdarahan memang menjadi salah satu risiko yang diketahui, namun tim medis sudah mempersiapkan langkah antisipasinya.
Pilihan pengobatan yang lebih baru
Ada beberapa opsi baru yang terus berkembang. Ablasi laser transperineal, misalnya, dilakukan dengan memasukkan serat tipis melalui kulit di area perineum. Ada juga Optilume, yang menggabungkan penggunaan balon berlapis obat dengan proses pelebaran saluran.
Pilihan lainnya adalah iTIND, di mana dokter menempatkan alat sementara untuk membentuk ulang saluran keluar kandung kemih selama beberapa hari sebelum akhirnya dilepas.
Setiap metode memiliki kecocokannya masing-masing. Bukti medis untuk setiap tindakan ini terus bertambah, dan perlu diingat bahwa tidak semua pilihan akan cocok untuk setiap pasien.
Seberapa besar perbaikan gejala yang bisa diharapkan
Sebuah ulasan naratif terbaru mengenai terapi minimal invasif mencatat adanya perbaikan skor IPSS sekitar delapan hingga tujuh belas poin, dengan peningkatan aliran urine maksimum antara tiga hingga dua belas mililiter per detik[¹]. Rentang angka ini sangat bergantung pada teknik yang digunakan serta kondisi masing-masing pasien.
Daya tahan hasil pengobatan juga bervariasi. Beberapa pilihan mungkin memerlukan tindakan ulang setelah beberapa tahun, sementara yang lain bisa bertahan lebih lama.
Dokter akan mendiskusikan target yang realistis sesuai dengan kondisi Anda. Memiliki ekspektasi yang tepat sejak awal akan membuat proses pemulihan terasa lebih tenang dan lancar.
Apa yang tidak bisa dilakukan oleh pengobatan ini
Tindakan minimal invasif tidak menyembuhkan BPH secara total. Prostat masih bisa terus membesar seiring berjalannya waktu.
Selain itu, pengobatan ini mungkin bukan pilihan yang tepat untuk kelenjar prostat yang berukuran sangat besar. Untuk kasus seperti ini, operasi klasik seperti enukleasi prostat dengan laser holmium (HoLEP) atau prostatektomi terbuka sering kali menjadi solusi yang lebih sesuai.
Bagi pria yang mengalami retensi urin atau memiliki batu kandung kemih, pendekatan awal yang dibutuhkan mungkin akan berbeda. Pengambilan keputusan bersama antara Anda dan urolog adalah kunci untuk menemukan pilihan pengobatan yang paling tepat.