BPH
Pilihan Obat untuk Mengatasi Pembesaran Prostat Jinak (BPH) dan Efek Sampingnya
Kapan pengobatan medis mulai dianjurkan
Pengobatan medis biasanya ditawarkan ketika gejala sudah berada di tahap sedang atau sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Opsi ini juga diberikan jika pendekatan observasi (watchful waiting) dirasa belum cukup membantu.
Ada dua kelompok obat utama yang memiliki cara kerja berbeda. Kelompok alpha blocker berfungsi melonggarkan saluran keluar urine, sedangkan five-alpha-reductase inhibitor bekerja mengecilkan kelenjar prostat.
Dokter akan menyesuaikan jenis obat dengan kondisi Anda. Ukuran prostat, tingkat keparahan gejala, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih pengobatan yang tepat.
Alpha blocker
Obat jenis alpha blocker bekerja dengan cara merelaksasi otot di sekitar saluran keluar kandung kemih dan prostat. Hasilnya, gejala sering kali mereda hanya dalam hitungan hari atau minggu.
Beberapa nama obat yang mungkin sering Anda dengar adalah tamsulosin dan alfuzosin. Perlu dicatat bahwa obat ini tidak mengubah ukuran prostat.
Efek samping yang mungkin muncul meliputi pusing, hidung tersumbat, dan penurunan tekanan darah saat Anda tiba-tiba berdiri. Selain itu, perubahan pada ejakulasi juga bisa terjadi; beberapa pria menyadari volume air mani yang keluar menjadi lebih sedikit.
Five-alpha-reductase inhibitor
Berbeda dengan alpha blocker, five-alpha-reductase inhibitor atau 5-ARI bekerja secara perlahan untuk mengecilkan prostat. Manfaat dari obat ini biasanya baru terasa setelah tiga hingga enam bulan pemakaian rutin.
Finasteride dan dutasteride adalah nama obat yang paling umum diresepkan. Obat ini dapat menurunkan kadar PSA hingga sekitar separuhnya, dan hal ini akan selalu diperhitungkan oleh dokter Anda.
Efek samping yang mungkin timbul meliputi penurunan gairah seksual, penurunan fungsi ereksi, dan terkadang rasa nyeri pada payudara. Sebagian besar efek samping ini akan mereda setelah konsumsi obat dihentikan, meskipun tidak selalu demikian.
Terapi kombinasi
Pria dengan ukuran prostat yang lebih besar sering kali merespons lebih baik jika kedua jenis obat ini digabungkan. Data resep terbaru dari sebuah studi kohort nasional di Korea Selatan menunjukkan bahwa kombinasi 5-ARI semakin sering digunakan seiring bertambahnya usia[¹].
Terapi kombinasi ini mengatasi dua masalah sekaligus. Saluran keluar urine menjadi lebih rileks, sementara kelenjar prostat perlahan menyusut.
Konsekuensinya, ada lebih banyak potensi efek samping yang harus dipantau, dan Anda harus menebus dua resep obat sekaligus.
Pilihan pengobatan lainnya
Obat-obatan jenis antikolinergik atau beta-3 agonist terkadang ditambahkan untuk mengatasi masalah penyimpanan urine. Obat ini secara khusus ditujukan untuk mengatasi kondisi kandung kemih yang terlalu aktif, bukan untuk melonggarkan saluran keluar urine.
Phosphodiesterase-5 inhibitor, yang biasanya digunakan untuk masalah fungsi ereksi, ternyata juga bisa meredakan beberapa gejala pembesaran prostat jinak (BPH). Tadalafil adalah pilihan yang paling sering diresepkan untuk kasus ini.
Di pasaran, produk herbal juga banyak dijual bebas. Namun, karena bukti medisnya masih beragam dan kualitas antar merek bisa sangat berbeda, pastikan Anda berdiskusi dengan dokter sebelum mulai mengonsumsinya.
Efek samping yang perlu diketahui
Masalah seksual sering kali menjadi kekhawatiran utama terkait efek samping obat-obatan ini. Idealnya, dokter sudah menjelaskan hal ini sebelum Anda mulai mengonsumsi obat, bukan setelahnya.
Jika Anda merasakan adanya perubahan pada fungsi seksual, segera beri tahu dokter. Sering kali, dokter bisa memberikan solusi seperti mengganti jenis obat, menghentikan sementara, atau menurunkan dosisnya.
Menghentikan konsumsi 5-ARI akan memengaruhi hasil tes PSA Anda. Rencana pemeriksaan lanjutan Anda harus selalu mempertimbangkan faktor ini.
Pemeriksaan lanjutan dan evaluasi
Berikan waktu sekitar empat minggu agar alpha blocker bisa menunjukkan efeknya secara maksimal. Sementara itu, untuk 5-ARI, berikan waktu hingga enam bulan karena proses pengecilan prostat memang membutuhkan waktu.
Saat kunjungan evaluasi, dokter akan membandingkan skor kuesioner IPSS Anda sebelum dan sesudah pengobatan. Biasanya, skor tingkat gangguan (bother score) akan menunjukkan perubahan yang lebih signifikan dibandingkan skor totalnya.
Jika Anda merasa kesulitan mengingat jadwal minum obat, menggunakan kotak obat mingguan bisa sangat membantu. Melewatkan dosis obat dari kedua kelompok ini hanya akan mengurangi manfaat pengobatan yang seharusnya Anda rasakan.