BPH
Tak Perlu Obat, Ini Cara Mengatasi Gejala Pembesaran Prostat Jinak Lewat Gaya Hidup
Makna di balik pemantauan aktif (watchful waiting)
Pemantauan aktif atau watchful waiting sebenarnya adalah sebuah rencana yang proaktif. Artinya, ini bukan berarti Anda tidak melakukan apa-apa. Anda dan dokter akan memantau gejala, menentukan jadwal kontrol berikutnya, dan menyepakati kondisi apa yang mengharuskan adanya perubahan langkah penanganan.
Pendekatan ini sangat cocok bagi pria dengan pembesaran prostat jinak (BPH) yang masih ringan. Selain itu, cara ini juga pas untuk mereka yang gejalanya belum terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, bagi pria yang sudah mengalami komplikasi seperti retensi urin atau infeksi, tentu membutuhkan rencana pengobatan yang berbeda.
Mengapa gaya hidup tetap penting
Kebiasaan sehari-hari sangat memengaruhi bagaimana gejala BPH terasa di tubuh Anda. Beberapa studi di masyarakat menemukan bahwa kurangnya aktivitas fisik berkaitan erat dengan gejala saluran kemih yang lebih mengganggu pada pria lanjut usia[¹].
Memang, kebiasaan-kebiasaan ini tidak akan menyembuhkan BPH secara total. Namun, perbaikan gaya hidup sering kali mampu meredakan keluhan secara signifikan. Jika digabungkan, perbaikan-perbaikan kecil dari berbagai aspek gaya hidup ini akan memberikan dampak positif yang terasa setelah beberapa bulan.
Mengatur waktu minum
Kapan Anda minum ternyata lebih penting daripada seberapa banyak Anda minum. Usahakan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan cairan Anda sebelum sore hari.
Kurangi asupan cairan sekitar dua jam sebelum tidur. Segelas kecil air di malam hari berarti lebih sedikit urin yang harus ditampung oleh kandung kemih sepanjang malam.
Selain itu, minum dalam jumlah banyak sekaligus akan membuat kandung kemih cepat penuh. Sebagai gantinya, bagilah asupan cairan Anda secara merata sepanjang hari.
Kafein dan alkohol
Keduanya dapat mengiritasi kandung kemih dan bertindak sebagai diuretik ringan (memicu buang air kecil).
Kafein tidak hanya ada dalam kopi, tetapi juga teh dan berbagai minuman ringan. Secangkir kopi di sore hari saja bisa membuat Anda harus bolak-balik ke toilet di malam hari.
Sementara itu, konsumsi alkohol sering kali memperburuk nokturia (sering kencing di malam hari). Mencoba mengurangi keduanya selama dua minggu bisa menunjukkan seberapa besar perbedaannya bagi kenyamanan Anda.
Aktivitas fisik dan berat badan
Aktivitas fisik ringan yang dilakukan setiap hari terbukti berkaitan dengan berkurangnya gejala saluran kemih. Jalan kaki santai setiap hari bisa menjadi langkah awal yang sangat baik.
Jika berat badan menjadi perhatian, penurunan berat badan secara bertahap jauh lebih bermanfaat dibandingkan diet ketat yang drastis. Aktivitas fisik, pengaturan waktu minum, dan pola tidur yang baik semuanya saling mendukung untuk memperbaiki kondisi Anda.
Latihan otot dasar panggul, terutama jika diajarkan oleh fisioterapis, juga dapat membantu mengatasi rasa ingin berkemih yang mendesak serta kebocoran urin ringan.
Melatih kembali kandung kemih
Latihan kandung kemih (bladder retraining) mengajarkan Anda untuk merespons rasa ingin berkemih dengan lebih tenang. Saat dorongan itu datang, cobalah untuk berhenti sejenak, tarik napas dalam, dan duduk tenang selama satu menit.
Sering kali, dorongan tersebut akan mereda jika Anda mau menunggu. Kandung kemih akan menangkap sinyal bahwa ia sebenarnya belum sepenuh yang dirasakan.
Dalam beberapa minggu, jeda waktu antar kunjungan ke toilet bisa semakin panjang. Ini memang butuh kesabaran dari pasien, dan mencatat jadwal berkemih (buku harian kandung kemih) bisa sangat membantu Anda melihat perkembangannya.
Kapan harus beralih ke penanganan lain
Anda perlu beralih ke langkah selanjutnya jika gejala terasa semakin memburuk, semakin mengganggu, atau jika muncul komplikasi. Kondisi seperti retensi urin, adanya darah dalam urin, serta masalah ginjal memerlukan evaluasi medis segera, bukan lagi sekadar pemantauan.
Peningkatan skor IPSS selama dua atau tiga kali kunjungan kontrol berturut-turut juga menjadi sinyal praktis. Dokter Anda kemudian dapat mendiskusikan opsi obat-obatan atau memberikan rujukan.
Pemantauan aktif memiliki jalan keluar yang jelas. Anda memegang kendali penuh untuk menentukan kapan rencana pengobatan harus diubah.