BPH

Sering Kencing Malam dan Aliran Lemah? Kenali Gejala LUTS pada Pria

Ditinjau oleh Dr Badrulhisham Bahadzor · Diperbarui 25 April 2026 · Waktu baca 5 mnt

Apa itu LUTS

LUTS adalah singkatan dari lower urinary tract symptoms atau gejala saluran kemih bagian bawah. Gejala ini mencakup perubahan pada cara Anda menahan urine, membuangnya, atau sensasi yang dirasakan setelah buang air kecil. Banyak pria paruh baya yang mulai menyadari satu atau beberapa gejala ini.

LUTS sangat umum dialami oleh pria dengan pembesaran prostat jinak (BPH). Namun, kondisi ini juga bisa dipicu oleh penyebab lain. Dokter akan membantu Anda menelusuri pola gejala yang muncul untuk mencari tahu penyebab pastinya.

Mencatat setiap perubahan yang terjadi bisa sangat membantu. Membuat catatan harian buang air kecil selama dua minggu, lengkap dengan skor IPSS Anda, bisa menjadi langkah awal yang sangat baik sebelum berkonsultasi.

Tiga kelompok gejala

Dokter biasanya membagi LUTS ke dalam tiga kelompok: penyimpanan (storage), pengosongan (voiding), dan pasca-berkemih (post-micturition).

Setiap kelompok memiliki keluhan khasnya masing-masing. Ada pria yang hanya mengalami gejala dari satu kelompok saja, namun banyak juga yang merasakan kombinasi dari ketiganya. Kombinasi gejala ini pun bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Mengenali kelompok gejala ini akan memudahkan dokter dalam mengajukan pertanyaan yang lebih terarah. Hal ini juga membantu Anda menjelaskan apa yang sebenarnya sedang dirasakan dengan lebih mudah.

Gejala penyimpanan

Gejala penyimpanan terjadi di antara waktu Anda pergi ke toilet. Salah satunya adalah frekuensi buang air kecil yang lebih sering dari biasanya. Dorongan kuat yang datang tiba-tiba untuk buang air kecil juga termasuk di dalamnya.

Terbangun di malam hari untuk buang air kecil dikenal dengan istilah nokturia. Pria yang harus bangun dua kali atau lebih sering menganggap hal ini cukup mengganggu. Namun, bangun sekali dalam semalam sebenarnya umum terjadi seiring bertambahnya usia dan tidak selalu menjadi masalah.

Rasa ingin buang air kecil yang mendesak sering kali memicu kecemasan, terutama khawatir tidak bisa sampai ke toilet tepat waktu. Beberapa pria bahkan sengaja mengurangi minum untuk menyiasatinya, padahal kebiasaan ini justru bisa memicu masalah kesehatan lain.

Gejala pengosongan

Gejala pengosongan terjadi saat Anda sedang buang air kecil. Aliran urine yang lemah atau lambat adalah keluhan yang paling umum. Harus menunggu beberapa detik sebelum urine mulai keluar disebut dengan hesitancy (keraguan).

Aliran urine mungkin bisa berhenti lalu mengalir lagi, atau bahkan bercabang. Beberapa pria juga merasa harus mengejan agar urine tetap mengalir.

Pola-pola seperti ini bisa menjadi tanda adanya penyempitan pada saluran keluar urine. Meski begitu, gejala ini saja belum cukup untuk memastikan penyebab pastinya. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menjawab keraguan tersebut.

Gejala pasca-berkemih

Ada dua keluhan utama dalam kelompok ini. Pertama, perasaan bahwa kandung kemih belum sepenuhnya kosong. Kedua, urine yang masih menetes setelah Anda merasa sudah selesai buang air kecil.

Tetesan urine di akhir ini biasanya hanya berlangsung singkat, tapi tetap saja bisa terasa mengganggu. Banyak pria menyiasatinya dengan mengibaskan sisa tetesan tersebut.

Jika Anda merasa kandung kemih tidak pernah benar-benar kosong, dokter bisa melakukan pemindaian sederhana untuk mengukur seberapa banyak sisa urine yang tertinggal di dalam.

Seberapa umum LUTS terjadi

LUTS adalah temuan yang sangat umum pada pria yang lebih tua. Sebuah survei komunitas tahun 2019 di Malaysia melaporkan bahwa sekitar satu dari enam pria berusia empat puluh tahun ke atas mengalami LUTS tingkat sedang atau lebih buruk berdasarkan skala IPSS[¹]. Gejala yang lebih ringan bahkan jauh lebih sering ditemukan.

Angka kejadiannya bisa berbeda-beda tergantung negara, usia, dan bagaimana batasan "mengganggu" itu didefinisikan. Namun, yang paling penting bagi Anda adalah apakah gejala yang dialami sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau waktu istirahat di malam hari.

Banyak dokter menggunakan kuesioner IPSS untuk mengukur tingkat keparahan yang dirasakan pasien. Total skor dan satu pertanyaan khusus tentang seberapa terganggunya Anda akan menjadi panduan untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya.

Ketika LUTS bukan hanya karena BPH

BPH memang sering menjadi penyebab utama LUTS pada pria paruh baya. Namun, itu bukan satu-satunya alasan. Infeksi saluran kemih, diabetes, kualitas tidur yang buruk, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga kebiasaan minum sehari-hari juga turut memengaruhi munculnya gejala.

Kadar PSA yang tinggi atau aliran urine yang lemah tidak bisa serta-merta digunakan untuk membedakan penyebabnya. Dokter perlu melihat riwayat kesehatan Anda, melakukan pemeriksaan fisik, tes urine, dan terkadang pemindaian untuk mencari tahu akar masalahnya.

Jika gejala muncul tiba-tiba, terdapat darah dalam urine, atau Anda sama sekali tidak bisa buang air kecil, segera cari pertolongan medis di hari yang sama.

Apa yang harus dilakukan selanjutnya

Membuat catatan harian buang air kecil selama dua minggu adalah langkah yang sangat berguna. Anda bisa mencatat seberapa sering Anda ke toilet, kapan saja Anda terbangun di malam hari, dan kejadian-kejadian lain yang dirasa tidak biasa. Skor IPSS yang dilampirkan bersama catatan tersebut akan memberikan gambaran yang lebih terukur.

Bersama-sama, catatan harian dan skor ini memberikan titik awal yang jelas untuk berdiskusi dengan dokter. Sekalipun skor Anda tergolong ringan, data ini bisa menjadi acuan dasar. Dengan adanya acuan dasar ini, setiap perubahan gejala yang terjadi di tahun-tahun mendatang bisa dipantau dengan lebih mudah.

Referensi

  1. A community-based study on lower urinary tract symptoms in Malaysian males aged 40 years and above. Scientific Reports, Feb 2022.

    PubMed