BPH
Mengenal Kelenjar Prostat dan BPH: Mengapa Ukurannya Membesar Seiring Usia?
Apa itu prostat?
Kelenjar prostat adalah organ kecil yang letaknya tepat di bawah kandung kemih. Posisinya mengelilingi bagian atas uretra, yaitu saluran yang membawa urine keluar dari tubuh.
Prostat merupakan bagian dari sistem reproduksi pria dan berfungsi membantu memproduksi air mani. Artinya, organ ini hanya dimiliki oleh laki-laki.
Saat lahir, ukurannya hanya sebesar kacang polong. Memasuki usia dewasa, prostat berkembang menjadi sekitar sebesar kacang kenari. Namun, sejak usia 40 tahun, ukuran prostat pada banyak pria cenderung terus membesar dari tahun ke tahun.
Memahami kondisi BPH
BPH atau pembesaran prostat jinak (BPH) merupakan kondisi di mana prostat membesar, namun bukan karena kanker. Kata "jinak" menegaskan bahwa ini bukanlah tumor ganas, sedangkan "hiperplasia" berarti terjadi penambahan jumlah sel.
Perlu dicatat bahwa BPH bukanlah infeksi dan tidak menular melalui hubungan seksual. Kondisi ini juga tidak disebabkan oleh gaya hidup atau kebiasaan tertentu di masa lalu.
Sebaliknya, BPH lebih merupakan bagian alami dari proses penuaan. Prostat membesar secara perlahan seiring bertambahnya usia. Akibatnya, jaringan di sekitar uretra bisa menebal, yang pada akhirnya membuat saluran tersebut semakin menyempit.
Seberapa umum BPH terjadi?
BPH adalah kondisi yang sangat umum ditemui pada pria lanjut usia. Gejala saluran kemih yang berkaitan dengan BPH memengaruhi banyak pria di atas usia 60 tahun[¹]. Semakin bertambah usia, semakin tinggi pula persentase pria yang melaporkan keluhan tersebut.
Meski begitu, tidak semua pria dengan prostat yang membesar akan mengalami masalah. Beberapa orang mungkin tidak merasakan perubahan apa pun meski ukuran prostatnya cukup besar. Di sisi lain, ada juga yang sudah merasakan gejala mengganggu di usia yang lebih muda.
Risiko setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung pada usia dan riwayat kesehatan keluarga. Kondisi kesehatan secara keseluruhan juga turut berperan. Berkonsultasi dengan dokter dapat membantu Anda memahami risiko dan kondisi Anda secara lebih jelas.
Mengapa BPH menimbulkan gejala?
Uretra membentang tepat di tengah-tengah prostat. Ketika prostat membesar, organ ini dapat menekan saluran tersebut. Akibatnya, kandung kemih harus bekerja lebih keras untuk mendorong urine keluar.
Seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat memicu perubahan pada kandung kemih itu sendiri. Ototnya mungkin menjadi lebih kuat, tetapi kehilangan kelenturannya. Kandung kemih juga bisa menjadi lebih sensitif, sehingga memunculkan dorongan buang air kecil yang terasa sangat mendadak.
Kombinasi dari berbagai perubahan inilah yang mendasari keluhan yang sering disampaikan oleh pasien. Pancaran urine yang melemah, rasa tidak tuntas setelah buang air kecil, hingga frekuensi ke toilet yang meningkat atau terasa mendesak adalah pola gejala yang paling umum terjadi.
Apa yang bukan termasuk BPH?
BPH bukanlah kanker prostat. Keduanya memang bisa terjadi pada satu orang yang sama, tetapi kondisi yang satu tidak menyebabkan yang lain. Memiliki riwayat BPH juga tidak akan meningkatkan risiko Anda terkena kanker prostat.
Hasil tes darah PSA yang tinggi bisa disebabkan oleh BPH maupun kanker. Oleh karena itu, angka PSA saja tidak cukup untuk membedakan kedua kondisi tersebut.
Dokter akan melihat kondisi Anda secara menyeluruh. Evaluasi ini mencakup gejala yang Anda rasakan, hasil pemeriksaan fisik, tes urine, dan terkadang juga memerlukan pemeriksaan pemindaian (scan).
Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan
Jika Anda mulai menyadari adanya gejala baru saat buang air kecil, cobalah untuk mencatatnya. Kuesioner IPSS yang tersedia di situs ini dapat membantu Anda mengukur tingkat keparahan gejala tersebut. Anda bisa membawa hasil skor tersebut saat jadwal kunjungan berikutnya.
Bila Anda belum pernah berdiskusi mengenai kesehatan prostat dengan dokter, obrolan sejak dini akan sangat membantu. Langkah ini memungkinkan Anda untuk mengambil keputusan dengan lebih tenang di kemudian hari, sebelum gejala yang muncul mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.